Daftar isi 5

Pola dalam analisis teknikal
Pemula tidak menyadari bahwa pola yang terus berulang di grafik memungkinkan para profesional memprediksi situasi sebelum mencapai puncaknya dan mengambil untung darinya. Orang awam hanya samar-samar tahu bahwa trader cukup banyak menghasilkan dari selisih kurs justru berkat pola-pola ini.
Pemula diajari bahwa analisis teknikal menggunakan bentuk-bentuk geometris yang oleh para profesional disebut «pola trading» (pattern). Secara harfiah, kata Inggris «pattern» berarti «model» atau «contoh». Setiap pola juga memiliki ciri umum yang memungkinkan Anda memprediksi situasi.
Formasi grafik yang memungkinkan prediksi akurat naik atau turunnya suatu aset disebut «pola analisis grafik» dalam bahasa trader.
Pola grafik yang terlihat di layar saat trading antara lain:Para ahli mencatat bahwa analisis grafik didasarkan pada alat universal seperti resistance (garis atas) dan support (level bawah).
- segitiga;
- persegi panjang;
wedge (baji);
- spike;
- head and shoulders;
- saucer (piring);
- cup and handle;
- puncak;
- dasar;
- bendera (flag);
- gap;
- pola candlestick Jepang.
Semua pola di pasar saham, forex, dan pasar keuangan lainnya bisa naik, turun, atau simetris. Trader berpengalaman tahu bagaimana pasar akan bergerak hanya dengan melihat pola yang muncul.
Setiap pola punya kelebihan dan kekurangan. Ada yang untung dari puncak, ada yang lebih suka segitiga atau wedge.
Kelebihan dan kekurangan
Pola forex memiliki kelebihan dan kekurangan.
Alasan menggunakan «petunjuk» geometris ini:- mudah dilihat;
- aturan pembentukan yang jelas;
- analisis tanpa alat tambahan.

Aturan pembentukan pola dan maknanya memberi trader forex panduan bertindak dalam setiap situasi. Untuk menemukan pola di pasar yang naik atau turun, cukup gunakan level dan tren, sehingga Anda bisa memahami situasi tanpa materi atau indikator tambahan.
Kekurangan utama bekerja dengan pola adalah subjektivitas dalam menafsirkannya.
Klasifikasi pola grafik
Dalam trading ada klasifikasi pola grafik yang sudah baku.
Kelompok utamanya adalah:- pola pembalikan;
- pola kelanjutan tren;
- pola dua arah (bilateral).

Untuk pola dua arah, Anda perlu tahu bahwa potensi kenaikannya sama dengan potensi penurunannya, dan sebaliknya. Pola ini dianggap berbahaya bagi pemula karena sulit memprediksi bagaimana dan ke arah mana breakout akan terjadi.
Pola pembalikan
Para ahli menyebut beberapa pola pembalikan populer.
Di antaranya:- head and shoulders;
- inverse head and shoulders;
- double top;
- double bottom;
- falling wedge;
- rising wedge;
- diamond (berlian).
Pola «double top» atau «double bottom» terbentuk di dalam rentang harga. Kadang menguji support, kadang menembusnya, tren menguji kondisi pasar, lalu bisa membentuk head and shoulders atau berubah menjadi pola lain.

Di layar ada beberapa variasi wedge. Pola ini terbentuk di titik terendah atau tertinggi pasar. Ingat: trader menyebut falling wedge sebagai «bullish» dan rising wedge sebagai «bearish».
Pola tren
Di FX juga ada pola tren (kelanjutan), yang menunjukkan periode ketika harga beristirahat sebelum bergerak naik atau turun.
Yang paling sering muncul:Broker dan trader tahu bahwa pola «bullish» menunjukkan kenaikan aset, sedangkan pola «bearish» menunjukkan penurunan.
Wedge, baik naik maupun turun, berakhir di titik pertemuan garis. Saat harga menembus batas bawah, saatnya menjual. Jika dalam falling wedge harga menembus garis atas, saatnya membeli.
Pennant, meski mirip segitiga, berbeda dalam kecepatan pembentukannya: 45-60 menit. Flag (bendera) di grafik adalah persegi panjang yang dalam banyak kasus miring berlawanan dengan tren.
Trader dan broker berpengalaman menyarankan pemula untuk tidak bertindak jika belum benar-benar yakin. Jika pola di layar tidak jelas terlihat seperti segitiga atau pennant, jangan mendasarkan transaksi Anda padanya.





